Selasa, 11 September 2012

Lahirnya anak MAMA

Hari ini bertepatan pd tgl 11 September 2012. 22thn yg lalu disebuah rumah sakit ada sebuah keluarga yang tidak sabar menanti lahirnya anggota baru dikeluarga mereka. Semua orang menanti, semua orang gelisah dan semua orang bahagia atas lahirnya bayi perempuan bernama Fellina Fitryani Dewi.

Dengan penuh kasih dan suka cita, semua orang memuji dan selalu berebut ingin menggendongku.
Dengan penuh perasaan, perhatian dan ke hati2annya, untuk pertama kalinya aku digendong oleh perempuan cantik dgn wajah yg berseri. Wanita yg dgn sabar dan ikhlas memberiku ruang dlm tubuhnya.

MAMA, ya aku mendengar dia membantuku memperkenalkan kata MAMA. Senyum yg mempesona, paras yg cantik, kelembutan yg terpancar, dan kenyamanan yang diberikan. Itulah mgkn kesan pertama yang aku rasakan ketika itu. Saat dimana aku menikmati waktu berdua dengannya. Ya, hanya kami berdua.

Dan kini, pada tanggal dan bulan yang sama. Moment itupun terulang. Moment dimana aku.hanya berdua saja dengan Mama dihari ulang tahunku saat ini.
Aku dapat melihat dengan jelas paras wajah mama yang masih cantik jelita. Dan saat ini pula akupun terbawa pada memory beberapa waktu silam.

22tahun Mama merawat dan menjagaku. Banyak sekali yg sudah mama berikan. Pendidikan, kasih sayang, perhatian. Dan apa yg hanya kuperbuat? Membuatnya khawatir akan bagaimana masa depanku kelak. Jasamu tak akan pernah tergantikan mama. Kasih sayangmu tak ada yg bisa menandingi. Peluh dikeningmu tak bisa dibayar oleh apapun.

Mama, saat ini aku sedang menatap wajahmu. Ada goresan kerut yg merusak wajahmu. Ada setitik keletihan yang terpancar dr wajahmu. Apa yang mama rasakan? Bagaimana rasanya menjadi seorang Mama? Apa semudah kata orang?

Ma, tak pernah bosan mama memarahiku agar aku menjadi lebih baik. Tak pernah bosan mama mengingatkanku untuk sll hati2. Dan tak pernah terlewatkan sedetikpun untuk mama mengingatkanku padaNya.

Mama, apa kelak aku menjadi seorang ibu nanti, bisa sabar seperti mama? Apa aku bs menjadi wanita hebat seperti mama? Apa aku bisa menjadi ibu idola bagi anak2ku nanti?

Ma, apa aku membahagiakan mama? Jika belum, maafkan aku maa, dan beri aku kesempatan untuk memberikannya padamu. Tuhan, jangan dulu kau ambil mamaku. Aku masih ingin melihat senyumnya.

Terima Kasih karena telah mengandung, melahirkan, merawat dan membesarkanku hingga saat ini aku telah berumur 22tahun. Terima Kasih atas jasa yang tak pernah ternilai harganya.

With Love
Fellin

Sabtu, 28 Juli 2012

Symphony Lilin Kecil

Pijaran cintaku diyakini dapat menaklukan mendung yang terpencar diseluruh penjuru ruangan.
Cahayaku yang hanya sebesar ibu jari balita, namun dapat mengusap gundah Sang Perawan terhadap belahan jiwa.
Tubuhku yang mungil dapat membuat dua sejoli mabuk di gugusan remang kharismaku.
Walau tak segagah aura obor atau nuansa lampu semprong,
Tapi aku adalah penerang teristimewa dilolong galaksi.

Aku diundang di sela-sela riang gemuruh pesta yang mereka gaungkan sebagai bertambahnya usia,
Namun bagiku merupakan isyarat nyata semakin dekatnya si Pencabut Nyawa.
Akupun dihadirkan dalam perhelatan besar dimana seorang jejaka memasrahkan jiwanya kepada seorang dara.
Yang jelas, aku selalu diikutsertakan dalam segala ajang yang kalian selenggarakan.

Nyalaku memang tak sebanding dengan keanggunan Luna dalam menerangi buana.
Tapi setidaknya, aku menghargai diriku yang selalu berjuang demi peperangan kalian.
Bagaimana tidak?? Aku  melawan hempasan angin yang hendak memporak-porandakan titik-titik api yang ku bopong di atas singgasanaku, hingga sedapat mungkin kalian masih bisa melihat dalam semburat sinarku.

Tapi sebagian diantara kalian masih ada yang belum paham atas keikhlasanku,
Namun setidaknya aku tetap dapat tersenyum bangga,
Sebab setengah diantara kalian yang bijak selalu setia menggemakan dengan lantang kepada dunia ...
"Jadilah seperti aku, Hidup rela mengorbankan diri..."

Selasa, 24 Juli 2012

Burung

Mulanya aku hanya seekor burung cantik yang dengan bebas terbang kesana kemari. Warnaku putih bersih bagaikan kapas, sehingga aku dapat memikat sepasang mata yang sedang memperhatikanku. Yah aku memikat perhatian banyak orang.

Aku dapat terbang bebas, lepas, melihat betapa indahnya dunia nyata yang sangat memukau hati ini. Berbagai macam kenikmatan yang disajikan oleh dunia ini.

Kulebarkan sayapku, ku kepakkan perlahan, perlahan dan akhirnya akupun ... Terbang ...

Aku terlena dengan udara yang menyentuh setiap inci pori-poriku. Aku terbuai dengan lembutnya awan. Mataku dimanjakan oleh indahnya pemandangan dibawah sana, "Ah, indahnya".

Tidak, tidak seindah dan senyaman itu berada di atas sini. Banyak marabahaya yang harus kuhindari. Terutama ulah tangan manusia. Sarangku, rumahku, tempatku berlindung, tempatku melepaskan penat,, sudah berapa juta kali diambil oleh manusia-manusia yang tidak bertanggung jawab!

Menuntutku untuk mencari tempat yang baru, tempat dimana gedung2 tinggi itu menjulang. Ya, bahkan tempat berlindungku pun hampir musnah. Lalu dimana aku bisa bernaung?

Tidak semua manusia mau memeliharaku. Tidak semudah itu mendapatkanku. Aku memang tidak semahal dan sebagus burung cendrawasih.
Tapi aku, melambangkan kasih sayang dan kedamaian. Betapa bangganya aku. Namun, sebuah kebanggaan itu bisa saja berakhir dengan harapan yang sia-sia.

Lagi-lagi ulah tangan manusia yang merusak kedamaianku. Ketika aku sedang menikmati petualanganku mencari tempatku bernaung, tiba-tiba, DUAR! Sebuah benda kecil, panjang dan tumpul menembus sayapku.

Dan seketika, semua penglihatanku berubah menjadi kabur, keindahan pemandangan tak tampak seindah seperti sedia kala. Perlahan sayap ini melemah. Lemah, lemah, lemah, hingga akhirnya sulit untukku menggerakkannya.
Lembabnya tanah menyambut dengan ramah kedatanganku. Memanjakan diriku dengan tanaman berwarna hijau yang diindahi oleh embun, Rumput, begitu kalau kata orang bilang.

"Ah sayapku". Kucoba untuk mengembangkan dan mengepakkannya kembali "Aduuuh", sakit sekali. Sakit yang sebenarnya sakit.

Sayapku, oh dia berubah menjadi warna yang penuh dengan semangat membara. Luka dan perih sekali rasanya melihat tubuh ini bergelimpangan darah karena manusia "Cih! Manusia brengsek!"
Seseorang harus bertanggung jawab atas semua ini.

Beruntung kalian mempunyai tubuh yang sempurna, tapi sering sekali disalahgunakan. Serakah! Untuk apa badanku ini? Diperjual belikan seenakmu saja? Memberiku formalin agar bisa dipajang melambangkan kisah cinta sepasang kekasih?? Bisanya hanya menyakiti! Tidak pernah mensyukuri atas apa yang telah kau dapat!
Bersyukurlah wahai kalian para Makhluk Ciptaan Tuhan dan tak usah menganggu sesama!

------

Kenapa burung? Alangkah nikmatnya melihat sunset disore hari dan langit bermandikan oleh burung-burung yang berkicauan kesana-kemari ^,^

Jumat, 20 April 2012

Abstrak

Entah apa rasa ini,
Tapi hinggap begitu saja menusuk dalam relung jiwa yang kelabu,

Sendu ...

Setiap hari,
Pertumbuhan ini semakin cepat,
Mengubah setiap inci bayangan yang tampak pada cermin,
Dan bayangan itupun berubah semakin besar, besar dan membesar,

Tapi relung jiwa ini tak ubahnya seperti malaikat kecil yang selalu menebarkan pelangi,
Keseluruh penjuru dunia,
Pelangi yang membuat semua orang tersenyum melihatnya,

KEBAHAGIAAN

Ya itulah yang dipersembahkan oleh malaikat-malaikat kecil itu,
Sebuah kebahagiaan,
Sosok warna-warni pelangi yang menyamar sebagai senyuman,
Yang selalu ditampakkan dari sudut bibir mereka,

Bayangan malaikat kecil itu sangat jauh berbeda,
Berbeda dengan apa yang tampak pada bayangan nyata,
Sosok raksasa yang tak ayalnya mencari sebuah bayangan yang SEHARUSNYA,

"Hhmmm.. Kenyataan yang sangat berbeda", pikirnya.

Berbagai macam pertanyaan pun muncul dari benaknya,
Kemana perginya sebuah bayangan itu?
Tenggelam dalam kegelapan?
Terancam oleh maut yang sedang mengejarnya kemanapun ia pergi?
Tertelan oleh ombak yang sangat besar?
Terkubur dalam bersama isi bumi?

Entahlah, iapun ragu akan hal itu,
Tak tau harus sampai kapan ia mencari titik tersebut

Tak tau bagaimana ia bisa menemukan satu titik itu
Tak tau harus berapa butir keringat yang harus jatuh dari keningnya
Tak tau harus berapa fatamorgana yang harus ia lalui
Tak tau makhluk asing apa yang akan ia temui di langit angkasa sana

Dan sampai pada akhirnya .....

Rabu, 07 Maret 2012

Cinta Pertama Hanya Sesaat?

Lagi iseng2 buka link, eh ada artikel kaya gini. Iseng nulis ulang disini ah :D

Ada yang bilang cinta pertama rasanya begitu indah dan sulit dilupakan. Namun, cinta pertama umumnya juga tidak berlangsung lama dan hanya sesaat aja. Seorang penulis di Inggris, George Bernard Shawa mengatakan cinta pertama itu sedikit bodoh dan lebih banyk dikuasai rasa ingin tahu.

Jika memang seperti itu kenyataanya, yuk lihat sebenernya apa yang membuat cinta pertama jarang bisa bertahan sampai lama:

Minggu, 26 Februari 2012

Fakta yang kemungkinan bikin cewe ILFEEL

Setiap manusia memang berbeda yaa, mulai dari cara bersikap, berbicara sampai terkadang untuk mengungkapkan apa yang dia rasa pun, mempunyai cara masing-masing.

Belakangan ini, ada beberapa hal yang bikin gue ilfeel sama Makhluk sejenis dengan Nabi Adam (tinggal nulis cowo susah amat yaa, ahaha). Mungkin ini bisa membantu para cowo yang kurang 'peka' terhadap wanita diluar sana yaa.

Sabtu, 25 Februari 2012

Alat Komunikasi Dimata Mereka ...?

Saat ini kata SMARTPHONE mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita semua, tapi bagaiman dengan mereka? Siapakah mereka yang dimaksud? Apa mereka sudah mengerti apa itu Teknologi Mobile?

Jumat, 24 Februari 2012

*home work*

Pemberitaan media massa nasional baik cetak maupun elektronik maupun melalui media online/ internet mengenai isu kebijakan pemerintah, lebih banyak menyudutkan kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementerian/lembaga Negara (K/L). Perkembangan isu melalui media massa bagaikan deret ukur (pemberitaan mereka lebih solid dan fokus), sementara penanganan isu oleh pejabat penyelenggara Negara bagaikan deret hitung ( tidak solid dan tidak fokus).

Kita ambil contoh pemberitaan tentang isu Resufle Kabinet, kasus penyerangan Jemaat Ahmadiyah di Serang- Banten, kasus Gayus Tambunan, kasus Bank Century, Rencana Pembatasan BBM Bersubsidi, kasus Kebocoran Tabung Gas 3 Kg, serta kasus lainnya yang tak terhitung.


Go Data

Pemberitaan media massa nasional baik cetak maupun elektronik maupun melalui media online/ internet mengenai isu kebijakan pemerintah, lebih banyak menyudutkan kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementerian/lembaga Negara (K/L). Perkembangan isu melalui media massa bagaikan deret ukur (pemberitaan mereka lebih solid dan fokus), sementara penanganan isu oleh pejabat penyelenggara Negara bagaikan deret hitung ( tidak solid dan tidak fokus).

Kita ambil contoh pemberitaan tentang isu Resufle Kabinet, kasus penyerangan Jemaat Ahmadiyah di Serang- Banten, kasus Gayus Tambunan, kasus Bank Century, Rencana Pembatasan BBM Bersubsidi, kasus Kebocoran Tabung Gas 3 Kg, serta kasus lainnya yang tak terhitung.