Sabtu, 28 Juli 2012

Symphony Lilin Kecil

Pijaran cintaku diyakini dapat menaklukan mendung yang terpencar diseluruh penjuru ruangan.
Cahayaku yang hanya sebesar ibu jari balita, namun dapat mengusap gundah Sang Perawan terhadap belahan jiwa.
Tubuhku yang mungil dapat membuat dua sejoli mabuk di gugusan remang kharismaku.
Walau tak segagah aura obor atau nuansa lampu semprong,
Tapi aku adalah penerang teristimewa dilolong galaksi.

Aku diundang di sela-sela riang gemuruh pesta yang mereka gaungkan sebagai bertambahnya usia,
Namun bagiku merupakan isyarat nyata semakin dekatnya si Pencabut Nyawa.
Akupun dihadirkan dalam perhelatan besar dimana seorang jejaka memasrahkan jiwanya kepada seorang dara.
Yang jelas, aku selalu diikutsertakan dalam segala ajang yang kalian selenggarakan.

Nyalaku memang tak sebanding dengan keanggunan Luna dalam menerangi buana.
Tapi setidaknya, aku menghargai diriku yang selalu berjuang demi peperangan kalian.
Bagaimana tidak?? Aku  melawan hempasan angin yang hendak memporak-porandakan titik-titik api yang ku bopong di atas singgasanaku, hingga sedapat mungkin kalian masih bisa melihat dalam semburat sinarku.

Tapi sebagian diantara kalian masih ada yang belum paham atas keikhlasanku,
Namun setidaknya aku tetap dapat tersenyum bangga,
Sebab setengah diantara kalian yang bijak selalu setia menggemakan dengan lantang kepada dunia ...
"Jadilah seperti aku, Hidup rela mengorbankan diri..."

Selasa, 24 Juli 2012

Burung

Mulanya aku hanya seekor burung cantik yang dengan bebas terbang kesana kemari. Warnaku putih bersih bagaikan kapas, sehingga aku dapat memikat sepasang mata yang sedang memperhatikanku. Yah aku memikat perhatian banyak orang.

Aku dapat terbang bebas, lepas, melihat betapa indahnya dunia nyata yang sangat memukau hati ini. Berbagai macam kenikmatan yang disajikan oleh dunia ini.

Kulebarkan sayapku, ku kepakkan perlahan, perlahan dan akhirnya akupun ... Terbang ...

Aku terlena dengan udara yang menyentuh setiap inci pori-poriku. Aku terbuai dengan lembutnya awan. Mataku dimanjakan oleh indahnya pemandangan dibawah sana, "Ah, indahnya".

Tidak, tidak seindah dan senyaman itu berada di atas sini. Banyak marabahaya yang harus kuhindari. Terutama ulah tangan manusia. Sarangku, rumahku, tempatku berlindung, tempatku melepaskan penat,, sudah berapa juta kali diambil oleh manusia-manusia yang tidak bertanggung jawab!

Menuntutku untuk mencari tempat yang baru, tempat dimana gedung2 tinggi itu menjulang. Ya, bahkan tempat berlindungku pun hampir musnah. Lalu dimana aku bisa bernaung?

Tidak semua manusia mau memeliharaku. Tidak semudah itu mendapatkanku. Aku memang tidak semahal dan sebagus burung cendrawasih.
Tapi aku, melambangkan kasih sayang dan kedamaian. Betapa bangganya aku. Namun, sebuah kebanggaan itu bisa saja berakhir dengan harapan yang sia-sia.

Lagi-lagi ulah tangan manusia yang merusak kedamaianku. Ketika aku sedang menikmati petualanganku mencari tempatku bernaung, tiba-tiba, DUAR! Sebuah benda kecil, panjang dan tumpul menembus sayapku.

Dan seketika, semua penglihatanku berubah menjadi kabur, keindahan pemandangan tak tampak seindah seperti sedia kala. Perlahan sayap ini melemah. Lemah, lemah, lemah, hingga akhirnya sulit untukku menggerakkannya.
Lembabnya tanah menyambut dengan ramah kedatanganku. Memanjakan diriku dengan tanaman berwarna hijau yang diindahi oleh embun, Rumput, begitu kalau kata orang bilang.

"Ah sayapku". Kucoba untuk mengembangkan dan mengepakkannya kembali "Aduuuh", sakit sekali. Sakit yang sebenarnya sakit.

Sayapku, oh dia berubah menjadi warna yang penuh dengan semangat membara. Luka dan perih sekali rasanya melihat tubuh ini bergelimpangan darah karena manusia "Cih! Manusia brengsek!"
Seseorang harus bertanggung jawab atas semua ini.

Beruntung kalian mempunyai tubuh yang sempurna, tapi sering sekali disalahgunakan. Serakah! Untuk apa badanku ini? Diperjual belikan seenakmu saja? Memberiku formalin agar bisa dipajang melambangkan kisah cinta sepasang kekasih?? Bisanya hanya menyakiti! Tidak pernah mensyukuri atas apa yang telah kau dapat!
Bersyukurlah wahai kalian para Makhluk Ciptaan Tuhan dan tak usah menganggu sesama!

------

Kenapa burung? Alangkah nikmatnya melihat sunset disore hari dan langit bermandikan oleh burung-burung yang berkicauan kesana-kemari ^,^